• Selamat Datang di Website Resmi Pemerintah Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat. Dengan adanya website ini diharapkan komunikasi antara masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Tulang Bawang Barat semakin lancar
  • Tulang Bawang Barat merupakan Kabupaten Pertama di Provinsi Lampung yang akan mencoba menerapkan Inovasi Smart City, Semoga Kabupaten Tulang Bawang Barat semakin berkembang dan menjadi Kabupaten yang sejahtera
  • Kirimkan Aspirasi Anda Melalui SMS Layanan Pengaduan Masyarakat Ketik aduan aspirasi anda, kirim ke 081 xxx xxx xxx

Selayang Padang

Selayang Padang

KABUPATEN TULANG BAWANG BARAT

LETAK WILAYAH

Secara geografis Kabupaten Tulang Bawang Barat terletak di: 104°55’ – 105°10’BT dan 3°35’- 4°15’ LS.

Batas-batas wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah:

  1. Sebelah Utara berbatasan dengan Kabupaten Ogan Komering Ilir Provinsi Sumatera Selatan, serta Kecamatan Wayserdang dan Kecamatan Mesuji Timur Kabupaten Mesuji;
  2. Sebelah Timur berbatasan dengan Kecamatan Banjar Margo, Kecamatan Banjar Agung, dan Kecamatan Menggala Kabupaten Tulang Bawang;
  3. Sebelah Selatan berbatasan dengan Kecamatan Terusan Nunyai Kabupaten Lampung Tengah, serta Kecamatan Abung Surakarta dan Kecamatan Muara Sungkai Kabupaten Lampung Utara; dan
  4. Sebelah Barat berbatasan dengan Kecamatan Negeri Besar, Kecamatan Negara Batin, dan Kecamatan Pakuan Ratu Kabupaten Way Kanan.

LUAS

Luas wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah 1.201 km2.

KEADAAN WILAYAH

  • Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan dataran rendah dengan ketinggian 39 meter di atas permukaan laut.
  • Kabupaten Tulang Bawang Barat dialiri beberapa sungai, diantaranya Sungai Way Kanan, Sungai Way Kiri, Sungai Way Pedada, Sungai Way Papan, dan Sungai Way Bawang.
  • Jenis tanah yang terdapat di Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah alluvial, regosol, pedzolik coklat, latosol, dan pedzolik merah kuning.
  • Kabupaten Tulang Bawang Barat beriklim tropis dengan musim hujan dan kemarau bergantian sepanjang tahun. Temperature rata-rata 25°C — 31°C, curah hujan antara 57—299 mm/tahun, dengan kelembaban rata-rata 85,2.

IBUKOTA KABUPATEN

Ibukota Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah di Panaragan, Kecamatan Tulang Bawang Tengah.

RUTE MENUJU IBUKOTA KABUPATEN

Kabupaten Tulang Bawang Barat berjarak kurang lebih 135 km dari ibukota Provinsi Lampung, Kota Bandar Lampung.

Rute transportasi menuju ibukota Kabupaten Tulang Bawang Barat dapat ditempuh melalui beberapa alternatif jalan, diantaranya:

  • Dari Bandarlampung: Bandarlampung — Bandarjaya (Lampung Tengah) – Terbanggi Besar (Lampung Tengah) — Gunung Batin (Lampung Tengah) – Mulyo Asri (Tulang Bawang Barat) – Simpang PU / Murnijaya (Tulang Bawang Barat) – Pulungkencana (Tulang Bawang Barat) – Panaragan.
  • Dari Menggala (Tulang Bawang): Menggala (Tulang Bawang) – Penumangan Baru (Tulang Bawang Barat) – Panaragan.
  • Dari Kotabumi (Lampung Utara): Kotabumi – Tatakarya (Lampung Utara) – Dayamurni (Tulang Bawang Barat) – Simpang PU / Murnijaya (Tulang Bawang Barat) – Pulungkencana (Tulang Bawang Barat) – Panaragan.

SEJARAH PEMBENTUKAN DAERAH

Kabupaten Tulang Bawang Barat dibentuk melalui Undang-Undang Nomor 50 Tahun 2008 tanggal 26 November 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI pada tanggal 3 April 2009 di Jakarta.
Sebelum menjadi daerah otonom mandiri, wilayah Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan bagian dari Kabupaten Tulang Bawang.
Proses berdirinya Kabupaten Tulang Bawang Barat dilatarbelakangi oleh aspirasi yang berkembang di masyarakat yang tinggal di bagian Barat Kabupaten Tulang Bawang, yang menginginkan adanya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui peningkatan pelayanan publik, percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi, percepatan pelaksanaan pembangunan ekonomi, percepatan pengelolaan potensi daerah, peningkatan keamanan dan ketertiban, serta peningkatan hubungan yang serasi antara Pusat dan Daerah.
Keinginan yang berkembang di masyarakat tersebut lalu terkristal dan diperjuangkan melalui jalur formal, yaitu dengan menyampaikan kepada unsur eksekutif dan legislatif, berikut dengan berbagai persyaratan yang diperlukan sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Pemerintah No.129 Tahun 2000 tentang Persyaratan Pembentukan dan Kriteria Pemekaran, Penghapusan, dan Penggabungan Daerah.
Berbagai langkah yang telah dilakukan dalam rangka pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat akhirnya berbuah hasil dengan disahkannya Undang-Undang Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat, serta diresmikannya Kabupaten Tulang Bawang oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI. Acara peresmian tanggal 3 April 2009 yang berlangsung di Gedung Depdagri Jakarta tersebut bersamaan waktunya dengan pelantikan Penjabat Bupati Tulang Bawang Barat yang pertama, yaitu Syaifullah Sesunan SH MH.

DASAR PEMBENTUKAN

Kabupaten Tulang Bawang Barat dibentuk berdasarkan Undang-Undang Nomor 50 tahun 2008 tentang Pembentukan Kabupaten Tulang Bawang Barat di Provinsi Lampung, dan diresmikan oleh Menteri Dalam Negeri atas nama Presiden RI pada tanggal 3 April 2009.

HARI JADI

Berdasarkan Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 8 Tahun 2012, hari jadi Kabupaten Tulang Bawang Barat ditetapkan tanggal 3 April 2009. Dengan demikian setiap tanggal 3 April merupakan hari ulang tahun Kabupaten Tulang Bawang Barat.

MOTTO KABUPATEN

Motto Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah: “Ragem Sai Mangi Wawai” yang artinya “Kebersamaan Menuju Keberhasilan”. Motto tersebut tercantum dalam Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 3 Tahun 2011.

LOGO LAMBANG DAERAH

Logo Lambang Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat ditetapkan melalui Peraturan Daerah Kabupaten Tulang Bawang Barat Nomor 3 Tahun 2011, dimana logo tersebut mempunyai gambar dan arti sebagai berikut:

  • Logo Lambang Daerah berbentuk Perisai Bersegi Lima, menggambarkan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat sanggup mempertahankan cita-cita bangsa Indonesia dan melanjutkan pembangunan serta memajukan daerah berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;
  • Tulisan Tulang Bawang Barat dengan huruf merah dan dasar putih mempunyai makna bahwa keberadaan dan terbentuknya Kabupaten Tulang Bawang Barat adalah dalam nuansa persatuan dan kesatuan, semangat kebersamaan serta kehormatan terhadap Sang Saka Merah Putih sebagai Lambang Kedaulatan Republik Indonesia;
  • Mata payan di atas payung beserta tangkainya adalah senjata tradisional masyarakat Tulang Bawang Barat yang senantiasa siap mempertahankan daerah dan masyarakatnya;
  • Payung berwarna putih melambangkan masyarakat Tulang Bawang Barat yang memiliki hati yang suci dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara. Dalam paying di atas rumbai terdapat 3 (tiga) warna garis putih, kuning dan merah dengan pembatas 4 (empat) garis, terdapat 20 (dua puluh) buah rumbai dan berjari-jari 9 (Sembilan) buah, menggambarkan bahwa Kabupaten Tulang Bawang Barat diresmikan pada tanggal 3 April 2009;
  • Siger Lampung berwarna emas merupakan pakaian kebesaran masyarakat adat Lampung melambangkan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat sangat menghormati wanita yang didasari ajaran agama dan adat Lampung;
  • Rantai bersambung 4 (empat) berwarna putih melambangkan Kabupaten Tulang Bawang Barat merupakan bagaian dari 4 (empat) marga yang tidak dapat dipisahkan oleh situasi apapun dan masyarakat Tulang Bawang Barat mempunyai kewajiban untuk menjamin keutuhannya sepanjang masa;
  • Talow adalah instrument induk dari semua tetabuhan adat, yang dibunyikan pada saat masyarakat adat Tulang Bawang Barat begawi, mengartikan masyarakat Tulang Bawang Barat berada dalam satu kesatuan walau banyak instrument yang mengeluarkan bunyi-bunyian, tetapi akan terangkum dalam musyawarah dan mufakat untuk tujuan bersama;
  • Rangkaian 45 (empat puluh lima) butir padi, 17 (tujuh belas) polong kapas dan tali simpul 8 (delapan) mempunyai makna kebersamaan yang utuh untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera berkemakmuran baik lahir maupun batin, serta makmur berkeadilan dalam wadah Negara Republik Indonesia yang berdasarkan Pancasila dan Undang-Undang Dasar 1945;
  • Pepadun berwarna emas adalah singgasana kerajaan dalam adat Lampung, menunjukkan bahwa masyarakat Tulang Bawang Barat khususnya masyarakat Lampung Pepadun mempunyai cita-cita yang luhur untuk mencapai keberhasilan dalam strata social, politik dan ekonomi, khususnya dalam kancah Adat yang selalu digambarkan dalam Piil Pasenggiri, Bejuluk Beadek, Nengah Nyappur, Nemui Nyimah, dan Sakai Sambayan;
  • Tulisan aksara Lampung yang berbunyi Ragem Sai Mangi Wawai;
  • Seuntai pita bertuliskan “Ragem Sai Mangi Wawai” dasar putih dengan tulisan berwarna merah. Ragem Sai Mangi Wawai bermakna “Kebersamaan Menuju Keberhasilan” juga merupakan motto Kabupaten Tulang Bawang Barat;
  • Air dengan 11 (sebelas) garis menunjukkan Kabupaten Tulang Bawang Barat mempunyai cikal bakal dari 11 (sebelas) tiyuh. Pada masa lalu transportasi yang digunakan oleh masyarakat adalah melalui sungai yaitu Way Rarem, Way Tulang Bawang, Way Kiri. Sungai Tulang Bawang mengalir sepanjang tahun dan memberikan sumber kehidupan bagi masyarakat Tulang Bawang Barat, yang nantinya akan berkembang menjadi agrobisnis baik untuk pertanian maupun perikanan.