Sejarah TUBABA



Kabupaten Tulang Bawang Barat terdiri dari 9 Kecamatan dengan 96 Desa Definitif dan 7 Desa Persiapan Jumlah wakil rakyat yang duduk pada lembaga legislatif, yaitu Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tulang Bawang Barat sebanyak 30 orang, dengan 29 orang laki-laki dan 1 orang perempuan. Total Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2019 yaitu 3040 orang. Jumlah PNS laki-laki sebanyak 1351 orang sedangkan jumlah PNS perempuan sebanyak 1689 orang. Jumlah PNS di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2019 menurut golongan yaitu golongan I sebanyak 10 orang, golongan II sebanyak 322 orang, golongan III sebanyak 1212 orang, dan golongan IV sebanyak 896 orang.


Penduduk Kabupaten Tulang Bawang Barat berdasarkan proyeksi data dari sebanyak 273.215 jiwa yang terdiri atas 139.900 jiwa penduduk laki-laki dan 133.315 jiwa penduduk perempuan. Besarnya angka rasio jenis kelamin tahun 2019 penduduk laki laki terhadap penduduk perempuan sebesar 105 Kepadatan penduduk di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2019 mencapai 227 jiwa/km2. Kepadatan Penduduk di 9 kecamatan cukup beragam dengan kepadatan penduduk tertinggi terletak di Kecamatan Tumijajar dengan kepadatan sebesar 329,42 jiwa/km2 dan terendah di Kecamatan Pagar Dewa sebesar 73,80 jiwa/km2. Kecamatan dengan penduduk terbesar adalah Tulang Bawang Tengah dengan 85.998 Jiwa dan persentase sebesar 31,48% dari keseluruhan jumlah penduduk Kabupaten Tulang Bawang Barat. Pertumbuhan penduduk Kabupaten Tulang Bawang Barat pada tahun 2019 adalah sebesar 0,74% dibandingkan dengan tahun sebelumnya.


Rasio antara murid dan guru di Kabupaten Tulang Bawang Barat pada Tahun ajaran 2018/2019 berdasarkan tingkatan jenjang pendidikan ialah, pada Sekolah Dasar 17 Murid diajar oleh 1 Orang Tenaga Kerja Guru (17 Murid : 1 Guru), pada Sekolah Menengah Pertama 15 Murid diajar oleh 1 Orang Tenaga Kerja Guru (15 Murid : 1 Guru), pada Sekolah Menengah Atas 13 Murid diajar oleh 1 Orang Tenaga Kerja Guru (13 Murid : 1 Guru), pada Sekolah Menengah Kejuruan 12 Murid diajar oleh 1 Orang Tenaga Kerja Guru (12 Murid : 1 Guru). Pada 2019 tingkat TK, terdapat 183 sekolah. Tingkat SD, terdapat 164 sekolah. Di tingkat SMP terdapat 47 sekolah Untuk tingkat SMA terdapat 18. Untuk bidang kesehatan, jumlah kelurahan yang memiliki fasilitas Puskesmas sebanyak 16 desa/ kelurahan dan 55 desa/kelurahan memiliki fasilitas puskesmas pembantu.


Luas panen untuk tanaman sayuran adalah luas tanaman yang dipanen sekaligus/habis/ dibongkar dan luas tanaman yang dipanen berkali-kali (lebih dari satu kali)/belum habis. Tanaman yang dipanen sekaligus/ habis/ dibongkar adalah tanaman yang sehabis panen langsung dibongkar/dicabut. Pada tahun 2019 Kabupaten Tulang Bawang Barat memiliki hasil panen dari cabai besar dengan produksi 680,1 ton pada lahan tanam seluas 96 hektar. Lalu luas panen cabai rawit ditahun yang sama yaitu 2019 menghasilkan produksi sebanyak 2.459 Kuintal dengan lahan tanam seluas 38 hektar. Terdapat pula luas panen tomat tahun 2019 yang menghasilkan produksi sebesar 2.576 Kuintal dengan lahan tanam seluas 22 hektar.


Pelanggan adalah individu atau kelompok, baik rumah tangga, perusahaan atau institusi nonprofit yang menggunakan suatu jasa dari sebuah perusahaan seperti PLN misalnya. Berdasarkan data yang dimiliki oleh Badan Pusat Statistik Kabupaten Tulang Bawang Barat, banyaknya jumlah pelanggan listrik di Kabupaten Tulang Bawang Barat dari tahun ketahun mengalami peningkatan dari tahun 2018 dan 2019 yaitu 70.974 dan 74.767 , mengalami peningkatan sebesar 3.793 atau 5,34%.


Wisatawan adalah setiap pengunjung yang tinggal paling sedikit dua puluh empat jam, akan tetapi tidak lebih dari dua belas (12) bulan di tempat yang dikunjungi dengan maksud kunjungan antara lain untuk berlibur, rekreasi dan olahraga bisnis, mengunjungi teman dan keluarga, misi, menghadiri pertemuan, konferensi, kunjungan dengan alasan kesehatan, belajar, dan keagamaan. Di Kabupaten Tulang Bawang Barat selain memiliki bangunan-bangunan yang artistic dan unik untuk dijadikan tempat berkunjungnya wisatawan dari luar daerah juga terdapat wisata kulinernya yang tidak kalah sektor pariwisata lainnya. Jumlah tempat makan baik rumah makan maupun restoran yang ada di Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2018 tercatat ada lebih dari 100 tempat, dengan jumlah paling banyak berada di Kecamatan Tumijajar sebanyak 33 rumah makan/restoran. Dan yang paling sedikit yaitu sebanyak 4 rumah makan/restoran berada di Kecamatan Gunung Terang, Gunung Agung dan Way Kenanga.


Jalan adalah prasarana transportasi darat yang meliputi segala bagian jalan, termasuk bangunan pelengkap dan perlengkapannya yang diperuntukkan bagi lalu lintas, yang berada pada permukaan tanah, di atas permukaan tanah, di bawah permukaan tanah dan / atau air, serta di atas permukaan air, kecuali jalan kereta api, jalan lori, dan jalan kabel. Jalan umum menurut statusnya dikelompokan ke dalam jalan nasional, jalan provinsi, jalan kabupaten, jalan kota dan jalan desa. Untuk total panjang jalan kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2019 adalah 1779,861 km, Kondisi jalan di Kabupaten Tulang Bawang Barat rinciannya 732,55 KM baik, 364,27 Km rusak sedang, 162,42 KM Rusak, dan 520,602 KM rusak berat.


Rata-rata pengeluaran per kapita sebulan adalah biaya yang dikeluarkan untuk konsumsi semua anggota rumah tangga selama sebulan dibagi dengan banyaknya anggota rumah tangga. Rata-rata pengeluaran perkapita masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat tahun 2019 adalah 1.122.245. dengan rincian 377,127 untuk pengeluaran makan dan 745.118 untuk pengeluaran non makanan. Jika dilihat dari Golongan Pengeluaran Perkapita sebulan untuk Kabupaten Tulang Bawang Barat lebih dari setengahnya berada di atas Rp 500.000 yaitu sebesar 65,74 persen.


Produk Domestik Bruto pada tingkat nasional serta Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) pada tingkat regional (provinsi) menggambarkan kemampuan suatu wilayah untuk menciptakan nilai tambah pada suatu waktu tertentu. PDRB merupakan cerminan dari ukuran produktivitas seluruh nilai barang dan jasa yang dihasilkan oleh suatu wilayah dalam satu tahun. Sedangkan PDRB perkapita mencerminkan tingkat produktivitas tiap penduduk dalam satu tahun. PDRB masyarakat Kabupaten Tulang Bawang Barat atas dasar harga berlaku mengalami peningkatan dari 791,1 rupiah pada tahun 2018 menjadi 11 520,8 Milyar rupiah pada tahun 2019 PDRB atas dasar harga konstan Kabupaten Tulang Bawang Barat mengalami peningkatan dari 7464,8 MIlyar rupiah pada tahun 2018 menjadi 7866,5 Milyar rupiah pada tahun 2019. Pertumbuhan PDRB menurut lapangan usaha mengalami perlambatan dari 5,46 persen pada tahun 2018 menjadi 5,38 persen pada tahun 2019.


Jumlah Penduduk Provinsi Lampung tahun 2019 adalah 8.447.737 jiwa, sedangkan untuk Kabupaten Tulang Bawang Barat hanya menyumbang 3,2 persen dari total keseluruhan jumlah penduduk yaitu sekitar 273 215 jiwa. Jika dilihat dari laju pertumbuhan ekonomi yang sebesar 5,46, Kabupaten Tulang Bawang Barat berada diatas laju pertumbuhan ekonomi Provinsi Lampung yang hanya sebesar 5,27 persen, berada tepat di bawah Kota Bandar Lampung yang mempunyai laju pertumbuhan sebesar 6,24 persen. Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Tulang Bawang Barat sebesar 65,93 berada dibawah IPM Provinsi Lampung yang sebesar 69,57. Untuk di provinsi Lampung hanya ada 4 kabupaten/kota yang berada diatas nilai IPM Provinsi, yaitu Lampung Tengah, Pringsewu, Bandar Lampung dan Metro.