Tulang Bawang, Rangkaian Sejarah Yang Hilang

Diposting oleh , Tgl 19-10-2013 & wkt 11:25:52 & dibaca Sebanyak 6146 Kali        
Banyak pertanyaan diajukan mengenai keberadaan Kerajaan Tulang Bawang. Sejarah Indonesia, dan keyakinan masyarakat Lampung menyatakan pada suatu masa ada sebuah kerajaan besar di Lampung. Kerajaan itu sudah terlanjur menjadi identitas Lampung dalam konteks Indonesia modern. Pertanyaan-pertanyaan yang mengemuka adalah, bagaimana asal-mula Kerajaan Tulang Bawang, dimana pusat Kerajaannya, siapa raja yang memerintah, dan siapa pula pewaris tahtanya hingga sekarang. Banyak sejarawan, antropolog maupun arkeolog, bahkan pemerintah Provinsi Lampung pun, berusaha keras untuk menemukan kembali rangkaian sejarah 'yang hilang' itu. Meski hingga kini situs Kerajaan Tulang Bawang belum dapat dilacak keberadaannya, namun usaha-usaha untuk meneliti dan menggali jejak-jejak peninggalannya perlu terus dilakukan.

Keberadaan Tulang Bawang, dalam berbagai referensi, mengacu pada kronik perjalanan pendeta Tiongkok, I Tsing. Disebutkan kisah pengelana dari Tiongkok, I Tsing (635-713). Seorang biksu yang berkelana dari Tiongkok (masa Dinasti Tang) ke India, dan kembali lagi ke Tiongkok. Ia tinggal di Kuil Xi Ming dan beberapa waktu pernah tingal di Chang’an. Ia menerjemahkan kitab agama Budha berbahasa Sanskerta ke dalam bahasa Cina. Dalam perjalanannya itu, kronik menulis I Tsing singgah di Sriwijaya pada tahun 671. Ia mengunjungi pusat-pusat studi agama Budha di Sumatera, di antaranya selama dua bulan di Jambi dan setelah itu konon tinggal selama 10 tahun di Sriwijaya (685-695). Dalam perjalanannya itu, I Tsing dikabarkan menyebut nama suatu tempat dengan “To Lang P'ohwang”. Kata “To Lang P'ohwang” merupakan bahasa Hokian, bahasa yang digunakan I Tsing. Ada yang menerjemahkan “To Lang P'ohwang” sebagai Tulang Bawang. Salah satunya adalah Prof. Hilman Hadikusuma, ahli hukum adat dan budayawan Lampung tersebut memberi uraian perihal sejarah Lampung, khususnya dalam menafsir To Lang P'ohwang sebagai Kerajaan Tulang Bawang. 
 
Dalam situs melayuonline.com, disebutkan : Kerajaan Tulang Bawang merupakan salah satu kerajaan Hindu tertua di Nusantara. Tidak banyak catatan sejarah yang mengungkap fakta tentang kerajaan ini. Sebab, ketika Che-Li-P'o Chie (Kerajaan Sriwijaya) berkembang, nama dan kebesaran Kerajaan Tulang Bawang justru pudar.
Menurut catatan Tiongkok kuno, sekitar pertengahan abad ke-4 pernah ada seorang Bhiksu dan peziarah bernama Fa-Hien (337-422), ketika melakukan pelayaran ke India dan Srilangka, terdampar dan pernah singgah di sebuah kerajaan bernama To-Lang P'o-Hwang (Tulang Bawang), tepatnya dipedalaman Chrqse (Sumatera).
Sumber lain menyebutkan bahwa ada seorang pujangga Tiongkok bernama I-Tsing yang pernah singgah di Swarna Dwipa (Sumatera). Tempat yang disinggahinya ternyata merupakan bagian dari Kerajaan Sriwijaya. Ketika itu, ia sempat melihat daerah bernama Selapon. Ia kemudian memberi nama daerah itu dengan istilah Tola P'ohwang. Sebutan Tola P'ohwang diambil dari ejaan Sela-pun. Untuk mengejanya, kata ini di lidah sang pujangga menjadi berbunyi so-la-po-un. Orang China umumnya berasal
dari daerah Ke'. I-Tsing, yang merupakan pendatang dari China Tartar dan lidahnya tidak bisa menyebutkan So, maka ejaan yang familiar baginya adalah To. Sehingga, kata solapun atau selapon disebutkan dengan sebutan Tola P'ohwang. Lama kelamaan, sebutan itu menjadi Tolang Powang atau kemudian menjadi Tulang Bawang.
Kerajaan Sriwijaya merupakan federasi atau gabungan antara Kerajaan Melayu dan Kerajaan Tulang Bawang (Lampung). Pada masa kekuasaan Sriwijaya, pengaruh ajaran agama Hindu sangat kuat. Orang Melayu yang tidak dapat menerima ajaran tersebut, sehingga mereka kemudian menyingkir ke Skala Brak. Namun, ada sebagian orang Melayu yang menetap di Megalo dengan menjaga dan mempraktekkan budayanya sendiri yang masih
eksis. Pada abad ke-7, nama Tola P'ohwang diberi nama lain, yaitu Selampung, yang kemudian dikenal dengan nama Lampung. (sumber : http://history.melayuonline.com/?a=a1Z1L29QTS9VenVwRnRCb20%3D=&l=kerajaan-tulang-bawang)
Hanya itulah data yang dimiliki hingga saat ini. Dalam situs melayuonline.com, sebuah situs yang sangat lengkap mendata khazanah kebudayaan Melayu, tidak ada penjabaran lebih jauh. 
Dalam setiap kesempatan, kami selalu mendorong agar dilakukan penelitian dan kajian secara intensif agar keberadaan Kerajaan Tulang Bawang dapat dilacak dengan jelas. Karena bila memang pernah ada kerajaan tersebut, akan muncul kajian yang bagi kami lebih menarik, yaitu bagaimana hubungan Paksi Pak Sekala Brak dengan Tulang Bawang. Kajian semacam ini akan semakin memperlengkap dokumen kita tentang sejarah Lampung. Kelengkapan dokumen sejarah Lampung tersebut, bila tercapai, akan dapat dijadikan dasar pijak pembangunan kebudayaan masyarakat Lampung.
 

ybTU9
 


Halaman :

<-- Kembali


Galeri Foto                      Arsip
Saran Dan Pengaduan

: Admin 1
: Admin 2
: Admin 3

PIN BB

25HG23 

Jajak Pendapat
Apakah selama Kabupaten Tulang Bawang Barat terbentuk hasil pemerintahannya sudah dapat memberikan hasil bagi pembangunan Lampung ?
Sudah
TOTAL : 436

Arsip Polling Sebelumnya

Statistik Pengunjung
Online : 1 User
Total Hits : Hits
Hari Ini : 110
Kemarin : 251
Bulan Ini : 3779
Tahun Ini : 62876
Total : 286588
 
Situs ini dikelola oleh Dinas Perhubungan, Komunikasi dan Informatika Kabupaten Tulang Bawang Barat
Jl. Diponegoro No. 86 Panaragan Jaya Kode Pos 34593
e-mail: info@tulangbawangbaratkab.go.id